Minggu, 29 September 2013

My True Story ( The Story that I never told )



Hari itu hari Sabtu sekitar tanggal  24 agustus tahun 2013, hari itu aku punya janji sama salah satu temanku yang bernama Baldy, anak yang berumur satu tahun lebih tua dari pada aku, dimulai pagi itu jam 7.30 wib. Aku bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk menjemput temanku yang berencana untuk pergi ke toko buku, sebelum sempat berangkat, ternyata ayah menyruhku untuk menjaga rumah sampai budeku datang dari pasar dan sejatinya perintah dari orang tua itu tidak boleh ditolak, sementara itu aku sangat ingin sekali ke sekolah untuk menepati janjiku dating tepat pukul 8.00 wib, tetapi sampai saat ini juga budeku belum datang dari pasar. Terpaksa, akhirnya aku menunggu sampai jam menunjukkan pukul 9.00 tanpa memberi kabar kepada temanku yang juga sudah menunggu lama di sekolah. Beberapa saat kemudian aku melihat bude sudah didepan pintu dengan membawa dua kantong kresek penuh dengan bahan masakan untuk membuat rawon, tanpa pikir panjang aku meminjam hp budeku untuk memberi kabar kepada temanku bahwa aku datang terlambat. Setelah memberi kabar, tak lama kemudian aku mengeluarkan sepeda pancal kesayanganku dan langsung memancal dengan kecepatan tinggi. 15 menit berlalu,
dan akhirnya aku tiba di sekolah, tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, aku langsung mencari temanku itu yang bernama Baldy, setelah aku bertemu dengannya aku meminta maaf atas keterlambatanku dan bersegera untuk berangkat. Sesampainya di toko, masing-masing dari kami melewatkan dua jam yang berharga demi mencari buku yang sudah kami tentukan sejak awal. setelah membayar di kasir, kami bergegas untuk kembali menuju tempat Baldy menginap, tempat yang disebut-sebut sebagai ASRAMA, ternyata tidak se-megah yang aku pikirkan. Setiba di asrama kami langsung masuk dan menyapa teman-teman kami yang juga tinggal di asrama. Setelah itu kami memutuskan untuk menonton film di laptop adik kelas yang juga masih sekolah di smpku dulu. Kelewat seru!, kami lupa bahwa kami belum juga sholat dhuhur padahal pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 14.55 wib, berlarilah kami pada akhirnya menuju ke tempat wudhu untuk mengabil air wudhu dan segera sholat, usai sholat dhuzur, adzan asharpun berkumandang kami pun segera menunaikan sholat ashar sebelum terulang lagi kejadian yang tadi, usai sholat kita kembali ke asrama, kembali untuk menonton film. Aku melihat Baldy sedang asik bermain hanphone yang dipegang, karena penasaran! Aku merebut hanphone yang sedang dimainkan oleh Baldy, setelah aku mendapatkannya, aku melihat ada sebuah pesan baru, dan ternyata itu dari teman perempuan kami, yang bernama Amillah. Karena terkejut aku bertanya kepada Baldy “Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan dengan Amillah?” Kataku, dan dia pun terkejut saat aku bertanya seperti itu, dia menjawab dengan suara besarnya “Aku sedang tidak melakukan apa-apa dengannya”, lantas aku menjawabnya dengan agak menggodanya “masa??” seolah aku tidak percaya padanya padahal aku sangat percaya apapun yang dia katakan, “iya aku sedang tidak melakukan apa-apa!” bentaknya, setelah itu kuputuskan untuk mengerjai Amillah dengan mengirim sms yang berbunyi seperti ini “ini dari lubuk hatiku yang paling dalam mau gak kmu jadi pacaraku pliss bilang iya..!” 1setengah jam berlalu Amillah menjawab “kamu gak beneran kan dy?”, setelah Baldy kuberi tahu, dia kaget dan berkata “Gila lu”, serentak seisi asrama menjadi ramai, terpaksa Baldy berbohong dan berkata “Ehh, itu tadi Hpku diambil kakak kelas terus dia(kakak kelas) ngirim sms apa?”,”ya kamu yang ngirim sms apa?”balas Amillaoh “lho beneran aku gak tau lo, soale yang ngirim sms udah ngapus smsnya”balas Baldy “ohh..yawes”balas Amillah dan sejak saat itu pula aku agak canggung jika bertemu dengan Amillah.

END


NB : nama sudah disamarkan :D 

2 komentar: