Minggu, 29 September 2013

My True Story ( The Story that I never told )



Hari itu hari Sabtu sekitar tanggal  24 agustus tahun 2013, hari itu aku punya janji sama salah satu temanku yang bernama Baldy, anak yang berumur satu tahun lebih tua dari pada aku, dimulai pagi itu jam 7.30 wib. Aku bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk menjemput temanku yang berencana untuk pergi ke toko buku, sebelum sempat berangkat, ternyata ayah menyruhku untuk menjaga rumah sampai budeku datang dari pasar dan sejatinya perintah dari orang tua itu tidak boleh ditolak, sementara itu aku sangat ingin sekali ke sekolah untuk menepati janjiku dating tepat pukul 8.00 wib, tetapi sampai saat ini juga budeku belum datang dari pasar. Terpaksa, akhirnya aku menunggu sampai jam menunjukkan pukul 9.00 tanpa memberi kabar kepada temanku yang juga sudah menunggu lama di sekolah. Beberapa saat kemudian aku melihat bude sudah didepan pintu dengan membawa dua kantong kresek penuh dengan bahan masakan untuk membuat rawon, tanpa pikir panjang aku meminjam hp budeku untuk memberi kabar kepada temanku bahwa aku datang terlambat. Setelah memberi kabar, tak lama kemudian aku mengeluarkan sepeda pancal kesayanganku dan langsung memancal dengan kecepatan tinggi. 15 menit berlalu,

Senin, 23 September 2013

Bagaimana Nabi Muhammad saw Melakukan Bisnis

Krisis Ekonomi Dunia belum berakhir, bahkan sektor rill didalam negeri sangat memperihatinkan, walau kacamata optimis harus kita lakukan, Allah SWT berfirman ;

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
Kondisi ekonomi yang serba carut marut ini memberikan harapan jika kita menggunakan metode Rasulloh dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu simak berikut sesuai tentang bagaimanan Rasulloh dalam melaksanakan usahanya.
Sebelum mencapai jenjang KEROSULLANNYA, telah dikenal sebagai pengusaha muda yang disegani. Untuk sampai pada tataran itu, bukan jalan mudah. Seperti yang kebanyakan dikeluhkan para pengusaha, Nabi Muhammad SAW pun tidak memiliki cukup modal. Jangankan modal, dirinya pun hanya hidup sederhana mendompleng di rumah pamannya, Abu Thalib ra.
Tapi berdagang adalah seni. Modal yang sebenarnya adalah kejujuran dan keadilan dalam transaksi. Prinsip-prinsip inilah yang dijalankan Muhammad SAW